• 13

    Apr

    Kewajiban Ayah

    Bu, bareng - bareng yuk mendekatkan diri ke Allah. Usia pernikahan kita sudah masuk tahun kedua. Mikhail juga sudah setahun. Tapi Ayah masih begini - begini aja. Belum bisa jadi lebih baik. Bu, Ayah merasa kita belum siap mendidik Mikhail karena Ayah masih begini aja, masih egois. Bagi Ayah, didikan agama adalah bekal Mikhail untuk pondasi didikan atau ilmu lainnya yang dia butuhkan. Ayah masih belum bisa jadi Ayah yang baik. Belum bisa jadi contoh yang baik. Ayah mulai dari diri Ayah sendiri yang masih bolong - bolong sholatnya, padahal pendidikan utama itu dari kita, ayah dan ibunya. Ayah minta Ibu supaya ingetin sholatnya Ayah. Ayah nggak akan tersinggung. Begitu juga sebaliknya ya. Ayah mau kita baca Qur’an bareng - bareng lagi seperti waktu Ibu masih hamil Mikhail. Bagi Ayah, i
  • 21

    Jan

    Apa Kabar, Kawan?

    Hi Kawan, apa kabar?   Lama tidak jumpa. Kawan mana? Ya kawan semua. Kalian. Apa kabar kalian? Saya harap kalian baik - baik semua. Oh iya, sekarang saya sudah berkeluarga dan Alhamdulillah sudah punya anak satu, jagoan. Hehehe. Kalau kalian sekarang bagaimana? Saat ini banyak sekali media sosial untuk bisa mencari tahu bagaimana kabar kalian, seperti apa kalian sekarang, tapi tidak semuanya. Saya yakin kalian juga punya kesibukan dan kehidupan masing - masing yang mungkin tidak bisa dibagikan karena suatu faktor. Ya tidak apa - apa. Saya juga tidak terlalu senang berbagi kehidupan saya di media sosial. Oh iya, kembali ke cerita kalian. Kawan, masih ingatkah di saat kita tertawa bersama, kadang berduka, atau saling memarahi, atau saat kecewa? Saya senang pernah kenal dengan kalian, s
  • 19

    Jun

    Mengejar Maghrib 1 Ramadhan

    Kebersamaan paling indah adalah bersama keluarga. Nama saya Jemie. Sore ini saya pulang kerja lebih awal karena masuk lebih awal. Itu dia salah satu nikmat bulan puasa. Namun, maghrib akhir - akhir ini sedang berkumandang lebih awal. Bagaimanapun, yang ada di pikiran saya adalah berbuka puasa bersama ibu dan ayah.Kebiasaan bersama keluarga terbangun begitu saja di dalam rumah orangtua saya. Kami terbiasa menonton televisi bersama meskipun terkadang acaranya bukan acara dengan rating keluarga. Makan bersama juga terbiasa di ruang keluarga, sedangkan meja makan di dapur hanya tempat menyimpan masakan matang saja. Berkali - kali saya melihat jam tangan dan jam di ponsel saya. Segera membereskan laptop dan meja kerja saya. Rekan kerja saya, Hasan, juga tampak ingin bersegera pulang ke rumah, k
  • 10

    Jan

    Membela Diri

    “Tuhan tidak akan membebankan kepada ciptaan-Nya, melainkan mereka sanggup menghadapinya.” Nama saya Jemie. Saya seorang karyawan swasta yang berangkat pagi pulang petang. Tapi saya berusaha menambahkan aktivitas lainnya sepulang bekerja. Salah satunya adalah latihan bela diri. Bagi saya, bela diri adalah unsur penting dan kodrat manusia dalam mempertahankan hidupnya, baik secara harfiah maupun secara implementasi. Kebetulan, kelurahan di tempat saya tinggal mengadakan latihan tiap Selasa dan Jumat malam. Saya berusaha serutin mungkin mengikutinya walau kadang - kadang bolos karena deadline pekerjaan ataupun hanya karena kelelahan. Dan kebetulan lagi, bela diri yang difasilitasi oleh pihak kelurahan adalah perguruan silat yang sama seperti saat saya berkuliah di luar kota. Say
  • 8

    Dec

    Jemie Dan Mainannya

    Boys always will be boys. Setiap anak laki - laki memiliki jiwa kekanak - kanakannya. Namun, tidak semua bisa menyalurkannya dengan baik. Apa sih jiwa kekanak - kanakan dari mereka? Banyak, bisa sifat, sikap, tingkah laku, kebiasaan, dan kegemaran tergantung kenyamanan masing - masing. Nah, bisa mengerti sendiri deh kalo seorang laki - laki bersikap kenak - kanakan. Ya sebenarnya, apapun penyalurannya, yang terpenting adalah tidak mengganggu orang lain. Kegemaran atau hobi adalah yang paling aman. Jemie adalah seorang laki - laki berumur dua puluh lima tahun. Namun, ia menuangkan kesukaannya pada action figure. Kesukaannya ini sudah ia miliki sejak kecil. Ia beranggapan sesuatu yang membuat ia bahagia di saat kecil akan ia wujudkan kembali saat ia bisa mewujudkannya, bahkan saat tua sekali
  • 2

    Dec

    Ngantuk

    Musuh terberat gw adalah rasa ngantuk di jam kerja. Kepala terbang ke sana ke mari. Kelopak mata seperti ditali beban. Celana terasa lebih sempit. Mulut terbuka berkali - kali dalam tempo yang sesingkat - singkatnya untuk menguap. Parah, parah banget.
  • 31

    Oct

    Permintaan Maaf

    Penyesalan itu datang belakangan, maka berpikirlah sebelum bertindak. Nama saya Jemie. Saya punya seorang kawan, dia bernama Ilham. Belakangan ini Ilham tidak bisa berpikir fokus dan jernih. Selalu terpecah. Karena sebuah kesalahan. Kesalahan yang Ilham buat memang tidak tampak tapi bagi orang yang dia kecewakan sangatlah mendalam. Sudah tiga pekan sejak pernikahan seorang teman Ilham, yang saya anggap dia itu sahabatnya Ilham, Ilham tidak menghubunginya. Dia bernama Komoth, seorang sahabat perempuan. Dan Ilham tidak menghadiri pesta pernikahannya. Bukan karena Ilham patah hati atau soal perasaan, tapi lebih tepatnya perkara finansial. Sebenarnya, Ilham malu untuk mengutarakan alasannya karena bisa jadi itu hanya tampak sebagai sebuah alasan. Ilham bingung. Ilham resah. Ilham… sudahl
  • 5

    Oct

    Buku yang Sama, Cerita yang Berlanjut

    Orang bilang reaksi, aku bilang kreasi. Kata orang aku sedang membuka buku yang sama. Kata orang aku sedang membaca kisah yang sama dengan akhir yang sama. Orang tidak tahu buku apa yang kubaca. Orang tidak tahu kisah apa yang kubaca. Aku seorang pengantuk di saat indah. Aku tertidur di bagian terindah. Tapi aku lupa halaman berapa. Tapi aku lupa paragraf berapa. Kini kuterbangun, kubaca bagian yang mengulang. Semua bagian indahnya. Kini kutemukan kalimat terakhir sebelum tertidur waktu itu. Kulanjutkan buku yang sama. Kunikmati kata perkata, kalimat perkalimat, paragraf perparagraf. Semua kisah di dalamnya indah, tapi aku tak ingin tertidur lagi. Secangkir kopi ciri khas dari tanah basah menemaniku. Semua kisah di dalamnya indah, aku lewati bagian sedihnya. Semua kisah di dalamnya
  • 2

    Jul

    Mimpi Ninja

    “Dekatilah mimpimu, maka ia akan menjadi kenyataan.” Banyak orang yang tidak berani bermimpi. Takut tidak tercapai. Takut sakit hati dan kecewa pada diri sendiri. Wajar saja. Namun, sebagian lainnya mampu mewujudkannya dengan membayar dengan harga setimpal, materi dan waktu, bahkan harga diri. Tapi ada satu poin yang orang - orang sering lupakan, mendekati mimpi dan memantaskan diri. Saya mau sedikit berbagi mimpi yang telah saya manifestasikan. Tidak mudah. Saya sejak kuliah ingin sekali mengendarai dan memiliki sepeda motor semi superbike. Awalnya, saya pikir ini mustahil. Bagaimana bisa? Saya bahkan tidak bisa mengendarai motor dengan kopling saat itu. Sering saat mengendarai motor bebek saya berkhayal mengoper gigi sambil menarik tuas kopling. Ahahahaha, gila. Tapi beberapa
  • 2

    Mar

    Senja Tanpa Akhir

    Pesan itu tersampaikan melalui saya. Saya bingung harus mulai dari mana meskipun saya pandai bercerita. Siang itu, saya tiba di rumah kawan saya, Tommy, sehabis perjalanan dari luar kota. Wajarlah, anak muda harus sesering mungkin melakukan perjalanan. “Tom, gw selonjoran bentar ya sekalian ngecas hp dulu nih, abis itu langsung cabut gw.” “Oh ya udah, santai aja, Jem. Gw juga capek banget nih. Mau ngecek notif socmed gw males juga.” “Ini gw malah nggak idupin hape biar cepet ngisi.” Tapi saya malah ketiduran. Bagaimanapun juga saya sudah tidur di taksi dari stasiun ke rumah Tommy, tetap saja kurang. Saya tertidur selama sejam mungkin di sofa panjang, spot favorit saya di rumahnya. Segera saya berkemas untuk melanjutkan pulang ke rumah yang berjarak s
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post