RANDOMANCE

25 02 2012

Hari ini saya random serandom - randomnya.

Random dalam tulisan ini berarti benar - benar acak, tidak terduga, namun punya tujuan masing - masing. Tujuannya pun random. Kerandoman saya ini muncul karena hari ini saya meet & greet dengan salah satu artis ibukota, Sherina. Siapa sih yang tidak kenal dia? Dengan begini, jangan saya dianggap alayers, ndeshit, katrok, norak, dan ababil. Lalu apa hubungannya? Sebentar sebentar! Sebelumnya, saya bangun kesiangan, sholat jum’at, pergi keluar makan serabi toping sosis keju mayonaise, dipukul sama temen kuliah (cewe sih, lain jurusan, tapi baru kali itu saya dipukul cewe sekeras itu, semacam meluapkan kekesalannya) kemudian mendatangi Sherina di SMAN 1 Malang (sekedar melambaikan tangan saja), cari angle untuk pemotretan Sone Malang hari Minggu (lusa), pesan banner untuk pemotretan tersebut, kemudian meet & greet Sherina di Hotel Premiere Santika. Cukup randomkah?

Sepulangnya, saya dan teman - teman nongkrong di Pulosari untuk makan pisang bakar, tapi malah nambah jagung bakar. Di situ pikiran saya semakin random. Apakah artis seperti Sherina bisa bertindak random? Random seperti apa sih? Ya mungkin, saya kebanyakan nonton FTV, random semacam bertindak atau melakukan kegiatan di luar jadwal dengan orang yang baru dikenalnya. Kalau di ibukota mungkin saja, tapi …. Tapi kenapa? Ya itu tadi, semacam korban FTV. Lebih - lebih lagi di kota kecil, seperti Malang ini. Kota Malang, kota yang malang.

Oke, saya coba sedikit ilustrasikan kerandoman Sherina di kota Malang ini. Mungkin tampak seperti keinginan saya dan karakter yang terbangun bersifat general dan apa yang ada di pikiran saya saja. Meskipun fans, saya tidak terlalu mengerti sifatnya secara langsung, melainkan melalui karya - karyanya.

Tiba - tiba, secara random saya berbincang dengan Kania, Yessi, dan Wulan seperti ini, “Eh, berarti Sherina sekarang di hotel sendiri yah? Kan timnya lagi pada jalan - jalan tuh.”

“Lah? Kan dia emang di hotel sendirian. Yang lainnya nginep mencar - mencar, Am.” tukas Kania.

“Oh, gua pikir dia sama mbak Sophie gitu.”

“Ya nggaklah, kan tadi mbaknya bilang kalo dia di laen hotel, Am.” tambah Yessi, sedangkan Wulan hanya memperhatikan sembari meneguk segelas es degannya.

Pikiran gua langsung berkata random, “Bisa kali nih gw ajak Sher keliling, bentaran aja.” Langsung saya ajak teman - teman saya ambil banner sekalian pulang.

santika-hotel-malangWaktu masih menunjukkan pukul 7 malam. Saya menuju hotel sambil mampir ke toko oleh - oleh. Saya membeli 2 bungkus keripik apel, kemudian menuju hotel. Saya memarkirkan motor di tempat yang sama seperti tadi. Lalu menuju lobi tanpa pikir apa - apa. Saya berharap dia lewat lobi lagi untuk makan malam. Tapi rupanya entah jam makan malam yang sudah lewat atau dia makan malam di kamar, dia tidak muncul juga. Saya bertanya ke seorang receptionist.

“Hmm… Mbak!”

“Iya? Ada yang bisa saya bantu?”

“Sherina nya nggak turun lagi yah, Mbak?”

“Oh, saya kurang tau tuh, Mas.”

“Hmm… kalo kamarnya ditelepon bisa? Ini saya temennya anak Malang yang tadi kumpul - kumpul di sini.”

“Mas sudah coba sms atau telepon langsung?”

“Tidak ada respon, Mba, maka itu saya khawatir.”

“Oooh begitu, Mas, baik, sebentar yah coba saya hubungi dulu.”

Saya berlagak khawatir, ide ini muncul secara random begitu saja.

“Euh, Mas, katanya dia yang turun ke sini. Silakan tunggu aja dulu di situ!”

“Oke, makasih yah, Mbak!”

Hanya beberapa saat kemudian dia muncul, lalu wajahnya tampak kecewa setelah melihat saya yang langsung bangkit untuk menyambut.

“Eh kamu lagi, ada apa?”

“Ini, Sher, aku ada sedikit buah tangan.”

kripik-apel

“Oooh, makasih yah!” dia menerima kemudian duduk.

“Hmm… kaki masih bisa diajak kompromi nggak tuh?”

“Hah? Apa? Maksud kamu gimana?”

“Gini lho, daripada di kamar sendirian, gimana kalo aku temenin?”

“Ih, temenin di kamar? Maksudnya gimana?”

“Jiaaah, bukan gitu, itu sih maunya kamu yah? Ahahaha…  Maksud aku, aku temenin keluar. Gimana?”

“Hmm… ih, apa ini? Keripik apel?” ia mengalihkan pembicaraan dengan melihat oleh - oleh yang saya kasih tadi.

“Oh iya, Sher, itu kripik apel khas Malang, tapi di Jakarta mungkin udah ada juga sih.”

“Aku buka yah?”

“Silakan!”

Ia membuka kemasannya terus memakannya. Menawari saya juga dan saya pasti mengambillah. Namun, saya segera mengembalikan topik pembicaraan dengan berdiri di hadapannya.

“Eugh, gimana yang tadi?” Dia langsung tertunduk memegang kepalanya semacam berpikir.

Tiba - tiba, secara random, dia mengulurkan tangannya agar aku membantunya bangkit dari sofa.

“Ya udah deh, tapi kita mau ke mana?” masih memasang wajah terpaksa, tapi bagi saya dia sedang memberikan kesempatan untuk saya.

“Keliling sini aja, Sher, jangan lupa jaketan yah!”

“Iya deh, tunggu sebentar yah!” masih tampak rada malas.

Beberapa menit kemudian, tadaaaa……

Sherina muncul di hadapan saya dengan atasan kardigan tebal dan bawahan celana aladin hitam. Kaki dialaskan sendal hotel sedangkan tangan kanannya menggenggam dompet dan smartphone kesayangannya.

Kerandoman ini akan dilanjutkan di postingan berikutnya biar lebih seru. :)

SAMBUNGAN.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

Actions

Information



One response to “RANDOMANCE”

5 03 2012
  adang1988 (14:01:07) :

tulisan yang kreatif

salam kenal
Revolusi Galau

Leave a comment

You can use these tags : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>